Model Pembelajaran
Double Loop Problem Solving ( DLPS
)
Double loop problem solving
adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan penekanan pada
pencarian kausal (penyebab) utama dari timbulnya masalah. Jadi, berkenan dengan
jawaban untuk pertanyaan mengapa.
Pendekatan double
loop prolem solving, yang disarankan di sini mengakomodasi adanya perbedaan
aras dari penyebab suatu masalah, termasuk mekanisme bagaimana sampai terjadi
suatu masalah. Oleh karena itu, siswa perlu bekerja pada dua loop pemecahan yang berbeda, tetapi
saling terkait.
Loop solusi 1 ditujukan untuk mendeteksi penyebab masalah
yang paling langsung, kemudian merancang dan menerapkan solusi sementara.
Loop solusi 2 berusaha untuk menemukan penyebab yang
arasnya lebih tinggi, kemudian merancang dan mengimplementasikan solusi dari
akar masalah.
Banyak dari masalah tersebut yang tidak dapat menunggu
sampai ditemukan solusi atas akar masalah sehingga perlu solusi sementara yang
segera. Kadang-kadang, solusi sementara sudah cukup memadai. Khususnya jika
solusi tersebut tidak mahal untuk diimplementasikan atau tidak menguras sumber
daya penting lainya. Selain itu, ada banyak kasus yang menunjukkan bahwa solusi
sementara dapat efektif sehingga akhirnya menjadi solusi permanen dari masalah
yang ada. Dalam hal yang terakhir ini, bearti tidak ada penyebab masalah
tingkat tinggi yang perlu dicarikan solusinya. Oleh karena itu, pendekatan double loop problem solving meliputi :
a. Mengidentifikasi
masalah, tidak hanya gejalanya (
identifying the problem, not just the symptoms ).
b. Mendeteksi
penyebab langsung dan secara cepat menerapkan solusi sementara ( detecting direct caures, and rapidly
applying temporary solutions ).
c. Mengevaluasi
keberhasilan dari solusi sementara (
evaluating the strucces of the temporary solutions ).
d. Memutuskan
apakah analisis akar masalah diperlukan, jika ya ( deciding if root cause analysis is needed, and if so ).
e. Merancang
solusi akar masalah ( designing root
cause solutions ).
Masalah
dapat dievaluasi atas dasar tingkat kepentingannya dan kemungkinan dari tingkat
kompleksitas solusinya. Penting-tidaknya suatu masalah ditentukan oleh biaya (
finansial atau pun nonfinansial ) yang akan muncul jika masalah tetap tidak
dipecahkan. Kompleksitas tergantung pada jumlah variabel yang saling terkait
dan keterkaitan pada solusi yang kemungkinan akan diteapkan.
Kelompok
perlu terlibat dalam pemecahan masalah manakala masalah memang cukup penting
dan jika jelas dikatahui bahwa satu orang seorang diri tidak akan dapat
mengembangkan atau mengimplementasikan suara solusi yang memuaskan. Sebaliknya,
masalah yang tidak peting tidak perlu investasi dalam bentuk aktivitas
pemecahan masalah secara kelompok.
Dengan
demikian, siswa yang mengikuti pelatihan ini akan mampu memiliki keterampilan
untuk mengelola pemikiranya sehingga mampu melakukan proses pemecahan masalah
maupun pengambilan keputusan. Hal ini sangat penting karena pada awal masa
pembelajaran siswa dihadapkan siswa dihadapkan pada berbagai macam pilihan dari
yang paling sederhana sampai dengan yang paling rumit. Oleh karena itu,
dibutuhkan suatu keterampilan untuk menentukan prioritas aktivitas sekaligus
pemecahan berbagai macam permasalahan yang dihadapinya.
Langkah-langkah :
a.
Identifikasi.
b.
Deteksi kausal.
c.
Solusi tentatif.
d.
Pertimbangan solusi.
e.
Analisis kausal.
f.
Deteksi kausal lain dan rencana solusi
yang terpilih.
Langkah Penyelesaian Masalah :
a.
Menuliskan pernyataan masalah awal.
b.
Mengelompokkan gejala.
c.
Menuliskan pernyataan masalah yang telah
direvisi.
d.
Mengidentifikasi kausal.
e.
Implementasi solusi.
f.
Identifikasi kausal utama.
g.
Menemukan pilihan solusi utama.
h.
Implementasi solusi utama.
Kelebihan
1.
Melatih siswa untuk mendesaian suatu
penemuan.
2.
Berpikir dan bertindak kreatif.
3.
Memecahkan masalah yang dihadapi secara
realistis.
4.
Mengidentifikasi dan melakukan
penyelidikan.
5.
Menafsirkan dan mengevaluasi hasil
pengamatan.
6.
Merangsang perkembangan kemajuan
berpikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.
7.
Dapat membuat pendidikan sekolah lebih
relevan dengan kehidupan, khusnya dunia nyata.
Kekurangan
1.
Memerlukan alokasi waktu yang lebih
panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain.
Komentar
Posting Komentar