ComeBack
Felling...
Hujan yang tak terprediksi untuk kapan datang dan kapan pulang. Hujan tak kenal siapa yang akan dia basahi sampai ia puas untuk membasahi seluruh permukaan di dunia ini. Berwarna Abu-abu letaknya dibelakang punggung dan berjalan dengan kedua kaki dengan mengunakan warna putih untuk menandakan akan mencari sesuatu. Berwarna abu-abu itu selalu digunakan banyak orang dan hujan pun mengenalnya. Barang yang punya 2 gaya yang berada di belakang punggung ini atau pun samping kiri atau kanan orang. Barang yang cantik dan bahkan sampai elengan selalu berisi yang nama-nya keperluan. Sore pukul 17:20 WIB, sebutan ransel yang berisikan pakaian ganti dan payung yang dibawa. Awan yang tampak biru seketika di hantam dengan angin yang dibawak laju bersamaan dan gumpalan awan hitam bergumul di dalamnya. Ransel tersenyum atas kawan-kawan yang berada di dalam perutnya sampai dimana dia merasa perasaan yang dia pilih untuk mendengarnya. Suara hati yang tak pernah salah jika dipakai. Ransel tetap berjalan dengan melewati semua awan hitam dan tidak lama kemudian rintikan itu datang untuk sekian kalinya. Hujan yang begitu deras dan angin yang kejam membawa semua terombang ambing tak mengenal siapa yang ada di samping kiri kanannya. Ransel tetap semangat untuk sampai tujuan dan selalu disertai kawan-kawannya. Pada pukul 18:20 sampai ditujuan dengan nyaman dan hujan tetap jatuh tampak kenal waktu. Hujan tak bercerita lagi dengan sampainya ransel di kediamaan-nya. Hujan sebenarnya berkat yang tak bisa di tolak. Hujan selalu dicari oleh kaum miskin sampai orang yang berjabat tinggi. Hujan yanng selalu memberi pembelajaran bahwa kapan pun dia akan memberikan tanda-tanda untuk jatuh. Ransel kadang-kadang kesal akan kejaailan hujan yang datang tampak diundang, sampai mempermainkan semua ciptaan yang ada di dunia ini. Hujan bisa jadi kawan dan bisa jadi lawan jika tak bisa diatasi. Hujan yang marah ketika dia tak disengani lagi oleh ciptaan lainnya. Ransel ingin bersama dengan dirinya dan mampu membimbing untuk dapat membimbing sampai tujuan yang sedang menanti di luar..
Hujan yang tak terprediksi untuk kapan datang dan kapan pulang. Hujan tak kenal siapa yang akan dia basahi sampai ia puas untuk membasahi seluruh permukaan di dunia ini. Berwarna Abu-abu letaknya dibelakang punggung dan berjalan dengan kedua kaki dengan mengunakan warna putih untuk menandakan akan mencari sesuatu. Berwarna abu-abu itu selalu digunakan banyak orang dan hujan pun mengenalnya. Barang yang punya 2 gaya yang berada di belakang punggung ini atau pun samping kiri atau kanan orang. Barang yang cantik dan bahkan sampai elengan selalu berisi yang nama-nya keperluan. Sore pukul 17:20 WIB, sebutan ransel yang berisikan pakaian ganti dan payung yang dibawa. Awan yang tampak biru seketika di hantam dengan angin yang dibawak laju bersamaan dan gumpalan awan hitam bergumul di dalamnya. Ransel tersenyum atas kawan-kawan yang berada di dalam perutnya sampai dimana dia merasa perasaan yang dia pilih untuk mendengarnya. Suara hati yang tak pernah salah jika dipakai. Ransel tetap berjalan dengan melewati semua awan hitam dan tidak lama kemudian rintikan itu datang untuk sekian kalinya. Hujan yang begitu deras dan angin yang kejam membawa semua terombang ambing tak mengenal siapa yang ada di samping kiri kanannya. Ransel tetap semangat untuk sampai tujuan dan selalu disertai kawan-kawannya. Pada pukul 18:20 sampai ditujuan dengan nyaman dan hujan tetap jatuh tampak kenal waktu. Hujan tak bercerita lagi dengan sampainya ransel di kediamaan-nya. Hujan sebenarnya berkat yang tak bisa di tolak. Hujan selalu dicari oleh kaum miskin sampai orang yang berjabat tinggi. Hujan yanng selalu memberi pembelajaran bahwa kapan pun dia akan memberikan tanda-tanda untuk jatuh. Ransel kadang-kadang kesal akan kejaailan hujan yang datang tampak diundang, sampai mempermainkan semua ciptaan yang ada di dunia ini. Hujan bisa jadi kawan dan bisa jadi lawan jika tak bisa diatasi. Hujan yang marah ketika dia tak disengani lagi oleh ciptaan lainnya. Ransel ingin bersama dengan dirinya dan mampu membimbing untuk dapat membimbing sampai tujuan yang sedang menanti di luar..
Komentar
Posting Komentar