Jupiter

Individiuum...

Berasal dari bahasa Latin, yang artinya "tak terbagi". Makna-Nya seorang itu tak terbagi untuk siapa pun dan bagaimana pun layak-nya. Oleh sebab itu, banyak yang berpikir tak terbagi itu adalah hal yang unik dan tidak ada Fotocopy untuk semua-nya. Bukan berarti seorang itu tak terbagi untuk siapa pun melainkan, membagi segala miliknya untuk orang lain. Membagi hal itu seperti halnya barang-barang miliknya, kasih sayangnya sebagai keluarga, teman, maupun sahabat. Tetapi hal itu lebih menyenangkan membagikan apa pun yang kita miliki untuk membagi apa yang kita miliki untuk orang-orang yang membutuhkannya. 
Matahari yang datang dipagi hari dengan tanpa panggilan yang muncul secara berlahan membuat langkah yang pasti tanpa ragu. Hujan yang bertemu dengan para teman-temannya dengan langkah yang pasti menuju bumi secara pasti untuk turun dipermukaan bumi. Bumi demikian yang memiliki ribuan kawan dan sahabat yang berada di angkasa tanpa punya rasa iri dan egois satu dengan yang lain. Sampai apa pun yang diciptakan oleh Sang Pencipta adalah berdua adanya. Benda mati sekalipun yang diciptakan oleh insan yang terbentuk dari karya untuk dipasangkan dengan sejenisnya. 
Tinggi 160 cm dengan rambut 3 cm panjangnya, memiliki kulit berwarna putih dan kaki yang lebarnya seperti batu bata yang keras diselimuti oleh kuku yang berwarna cream warna (cokelat bercampur putih). pastinya aku ialah ciptakan yang Maha Kuasa dengan akhlak yang mulia dan budi pekerti yang bijaksanan. Lebih kerennya aku hidup ditengah-tengah kesederhanaan keluarga kecil yang menghidupi Ku sampai saat ini. Lumayan, sampai disini aku masih bisa berjumpa keluarga, teman, sampai sahabat-sahabat yang mendorongku untuk melakukan sesuatu yang bermakna di hidupku. 
Tak Terbagi...
Aku rasa hal itu adalah hal yang mudah kuberantas karna pada dasarnya aku mau berbagi untuk siapa pun, bukan selalu berbagi dengan siapa pun,,, itu harus diingat dengan garis mirig tersebut. Anak yang paling kecil diantara Kakak dan Abang yang ku miliki sewaku aku belum datang ke muka bumi ini. Walau paling kecil, serasa menjadi paling bertanggung jawab untuk kedua mereka yang sangat berarti untuk ku. Di satu atap yang sederhana aku berbagi semua apa pun yang ku miliki dengan 2 insan yang diciptakan oleh Tuhan untuk ku miliki sampai aku akan pindah ke alam yang sudah ditentukan oleh Sang Kuasa tentunya. 2 Insan memberi warna yang mewarnai setiap fase yang ku miliki di bumi ini dengan pernah melawan hebatnya rasa sakit yang dirasakan oleh 2 insan tersebut sehingga aku bisa keluar dan bisa menjadi diri ku saat ini. Tetunya pengorbanan mereka selalu ku rindukan dan apa pun yang mereka perbuat untuk diri yang sendiri saat ini. 
22 tahun umur yang cukup untuk berada di fase dimana harus siap melawan apa yang datang di atap yang sederhana yang telah dibangun oleh insan ynag kusayangi tersebut. satu titik aku ingin memiliki sosok insan yang berada nantinya satu atap dengan ku dengan sederhana yang telah dulunya di ciptakan oleh insan yang kusayang tersebut. Aku selalu berpikir bahwa aku ini adalah makhluk sosial yang harus berbagi apa pun yang ku miliki dengan orang-orang yang membutuhkan pertolongan ku. Pelajaran paling berharga itu yakni pengalaman. 
Kilat pernah berbisik kepada ku dengan suatu perjalanan yang singkat memberikan bekas memori yang begitu sakit sehingga bisikan itu seperti sayatan pisau yang sampai hari ini aku belum tau apa udah sembuh atau masih mengalir seperti deyut nadi. Silang beberapa bulan ku jalani peristiwa untuk ku jadikan kenagan untuk saling berbagi. Kurasa aku tak bisa untuk tetap bertahan untuk tetap berbagi dengan dirinya. Awan hitam yang terlanjur datang disela-sela perjalanan ku semasa aku merasakan betapa baiknya Tuhan memberikan Dia untuk menjadi atap yang sama. 
Aku tetap kuat akan rencana yang telah mengukir peristiwa kenangan yang telah ku jalani. Aku mengerti dengan keadaan yang ditimbulkan oleh Awan hitaam yang membuat aku mengerti harus menghapus untuk hilangkan semua yang ku bagi dengan dia. Aku ingin berbagi dengan dia tapi dia menolak ku, dengan sendirinya dirinya yang dulu bukan lah dirinya yang seperti dulunya. Aku harus jupiter yang selalu besar dan tetap mau berbagi dengan ku. 
Jupiter yang begitu besar selalu membayangkan jika aku harus tetap berbagi dengan dirinya walau aku telah dihapus dari dirinya. Jupiter yang ku ciptakan dalam hati ku menginginkan sesuatu hal yang baru dari kata perpisahan menjadi cara dimana aku mendapatkan baju yang nyaman yang akan ku kenakan di badanku. Serasa aku mengenakan baju yang nyaman untuk ku pakai sepanjang masa dan tidak mau berbagi lagi dengan orang lain kemudian, melainkan nyaman untuk jadi pasangan ku di atap yang sederhana itu. Insan yang kusayangi mencontohkan bahwa mereka bisa berbagi hidup bersama, mengapa aku tak bisa???...
Pada dasarnya begitu banyak cara yang ku miliki untuk tetap ciptakan untuk ku bawa bersama ku. Aku semakin lama menjadi venus yang begitu kecil dari bumi  yang begitu banyak penghuninya. melihat pelangi yang indah pun terkadang aku malu untuk menyapa pelangi setelah hujan datang. Aku serasa enggan berbicara untuk siapa pun mereka yang mengisi waktu ku untuk membuka hati ku yang telah ku tutup beberapa bulan yang lalu. Rasanya mustahil jika aku akan kembali dengan insan yang sama tetapi tak pernah ku ceritakan bahwa aku enggan berbicara dengan dirinya karna kami adalah teman terbaik. 
Disisi lain aku diliat senja yang menatap ku dari kejauhan untuk tetap berdiri tegar denga suasana yang ceria. aku diliat oleh dirinya yang sudah lama mengenla aku sampai dimana aku tetap bisa bertemu dengan dirinya untuk ingin melihat dirinya kembali seceria dahulu saat bersama dia yang pernah jadi pensil warna ketika ku pakai. Untuk saat ini cukup untuk tetap berikan yang terbaik untuk orang-orang yang akan ku perlakukan dengan baik kelaknya. 

Komentar